DONOR DARAH “SHARE THE MIRACLE TO SAVE PEOPLE”

Pada hari Selasa, 15 Januari 2019, BEM FKM UMJ bekerjasama dengan PMI Kota Tangerang Selatan mengadakan kegiatan donor darah dengan tema “SHARE THE MIRACLE TO SAVE PEOPLE”. Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Development Center UMJ, Cirendeu, Ciputat. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu teman-teman yang kekurangan darah dan bermanfaat untuk menurunkan risiko kanker, penyakit jantung, dan berat badan.

PROGRAM PRAKTIKUM BAHASA INGGRIS KESMAS TAHUN 2019

Program Praktikum Bahasa Inggris merupakan program untuk mahasiswa semester 1 dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berbahasa inggris. Kegiatan ini dilaksanakan di Pare, Kediri pada tanggal 08 Januari 2019 – 10 Februari 2019.

Dalam program ini mahasiswa diberikan materi grammar, conjunction, making sentence, dan listening. Selain itu, mahasiswa juga dilatih untuk public speaking dengan menggunakan Bahasa Inggris. Tidak hanya itu, dalam program ini juga terdapat kegiatan keagamaan seperti solat berjamaah dan membaca Al-Quran.

HASIL SELEKSI PMB GEL.I TAHUN 2019

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Berikut adalah hasil seleksi Penerimaan Mahasiswa  Baru Gelombang I Tahun 2019

Fakultas Kesehatan Masyarakat UMJ. Download di sini

Keterangan:

  1. Daftar ulang paling lambat 20 Maret 2019
  2. Daftar ulang sebelum tanggal 06 Maret 2019 akan mendapatkan potongan sebesar Rp.2.000.000,-
  3. Syarat Daftar Ulang:
  4. Menyerahkan bukti pembayaran
  5. Menyerahkan kelengkapan berkas klik di sini
  6. Apabila tidak melakukan ketentuan sesuai nomor 1, maka secara otomatis dinyatakan mengundurkan diri
  7. Pembayaran ke rekening BNI 0017385572 atas nama Fakultas Kesehatan Masyarakat UMJ

 

 

Pengabdian Masyarakat di Hari AIDS Sedunia

Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia, mahasiswa S2 FKM UMJ mengadakan acara family gathering di Bogor. Pada kegiatan tersebut, diberikan santunan kepada anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal dunia karena HIV-AIDS. Santunan berasal dari sumbangan mahasiswa/i S2 FKM UMJ.

 

Bentuk Partisipatif Nyata Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UMJ dalam Perlindungan Anak di Provinsi Banten

Tangerang, 6 November 2018, delegasi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKM UMJ) yang terdiri dari dua orang dosen (Mizna dan Arum) dan lima orang mahasiswa (Aditya, Dirga, Ade, Elsa, dan Niar) yang merupakan bagian dari Pusat Informasi Konseling (PIK) UMJ baru saja mengikuti Diskusi Tematik Mahasiswa Peduli Anak yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Kota Tangerang. Acara tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Banten terhadap perempuan dan anak sekaligus ajang aspiratif bagi mahasiswa dalam menyikapi dan menindaklanjuti kasus-kasus terhadap perempuan dan anak yang marak terjadi khususnya di wilayah Kota Tangerang dan Tangerang Selatan. Acara yang dihadiri dari berbagai institusi perguruan tinggi Kota Tangerang dan Tangerang Selatan serta dinas terkait ini, menjadi awal dari pergerakan nyata mahasiswa dalam menanggapi isu perlindungan perempuan dan anak. Tema yang diangkat dalam forum ini adalah “Peran Mahasiswa dalam Perlindungan Anak”

 

Kegiatan yang menitikberatkan pada mahasiswa sebagai implementator ini menghasilkan solusi pemecahan masalah serta rekomendasi praktis bagi pemerintah setempat dan institusi perguruan tinggi. Pemerintah setempat dapat berkolaborasi secara lintas sektor guna diseminasi informasi mengenai peraturan perundang-undangan maupun alur pelaporan kejadian yang tidak diinginkan di dalam suatu keluarga, juga dapat membuat suatu aplikasi khusus untuk penyampaian informasi terkait perlindungan anak guna memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi tersebut. Sementara, institusi perguruan tinggi dapat memasukkan program pemberdayaan masyarakat dalam praktik Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bervariasi dari beberapa bidang ilmu. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa mengaplikasikan bidang ilmu masing-masing dan mengembangkannya di masyarakat sehingga timbul sinergisitas yang terintegrasi di tatanan masyarakat.

 

Di akhir acara, forum membentuk organisasi mahasiswa bertajuk “Pemuda dalam Aksi Perlindungan Anak”. Organisasi ini sebagai rencana tindak lanjut dari kegiatan tersebut guna penyebaran informasi perlindungan anak kepada khalayak umum, yang saling bekerja sama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat antar institusi mahasiswa. Organisasi di bawah naungan DPMP3AKB Kota Tangerang ini dibentuk agar membantu pemerintah setempat dalam mengurangi angka kejadian kekerasan maupun pelecehan terhadap perempuan dan anak khususnya di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan.

 

Berkenaan dengan hal tersebut, Universitas Muhammadiyah Jakarta berupaya untuk meningkatkan pengetahuan serta pencegahan perilaku menyimpang dan seksual di kalangan mahasiswanya dengan pendayagunaan PIK UMJ. Adanya kegiatan konsultasi dan kompilasi informasi terpusat mengenai kesehatan reproduksi, Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA), serta psikologis mahasiswa diharapkan mampu mengurangi kenakalan remaja di lingkup kampus islami ini. (AJL)

Audiensi dengan Pemerintah Kota Bogor

Alumni Magister Kesehatan Masyarakat FKM UMJ melakukan audiensi mengenai Pengendalian Tembakau dan HIV-AIDS dengan Pemerintah Kota Bogor. Mereka berhasil menemui Walikota Bogor, Bapak Bima Arya. Bersama alumni, hadir pula Ibu Sumarjati Arjoso dari Pengurus Pusat IAKMI.

Seminar Kesehatan 2017

SEMINAR KESEHATAN 2017

Mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat FKM UMJ mengadakan Seminar Kesehatan dengan tema “Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan dalam Menghadapi Akreditasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan” pada hari Minggu, 19 November 2017 di Hotel Salak Tower, Kota Bogor.

 

SOLIDARITAS FKM UMJ DAN FIKES UIN JAKARTA UNTUK LOMBOK

SOLIDARITAS FKM UMJ DAN FIKES UIN JAKARTA UNTUK LOMBOK

24 Agustus-01 September 2018. – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muhammadiyah Jakarta bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta mengirimkan mahasiswa sebagai relawan Tim Siaga Bencana ke Lombok, Nusa Tenggara Barat.  Sebanyak 6 mahasiswa dari FKM UMJ dan 5 mahasiswa FIKES UIN Jakarta di dampingi oleh 3 Dosen yaitu Nurfadhilah, Muhammad Ainul Ma’ruf dan Waras Budi Utomo.

Seluruh kegiatan relawan difasilitasi oleh Bapelkes Mataram yang juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan NTB. Berdasarkan keputusan dinas kesehatan, kami ditempatkan di tiga puskesmas yang berbeda dengan sistem pembagian tim yang terdiri dari 4 atau 3 orang untuk membantu kegiatan puskesmas yang semakin meningkat sesudah terjadinya gempa dahsyat 7 SR dan tenaga puskesmas merasa kelelahan menangani pasien yang lebih banyak 2 kali lipat dari biasanya. Penempatan Relawan dimulai dari tanggal 26 agustus 2018 dan puskesmas yang mendapatkan bantuan adalah Puskesmas Penimbung, Puskesmas Gunung Sari dan Puskesmas Meninting di Lombok Barat. Ketiga puskesmas tersebut mengalami dampak dari gempa yang terjadi seperti pada pola pelayanan yang dulu dilakukan didalam ruangan dan sekarang dilakukan dihalaman puskesmas karena ditakutkan masih ada gempa susulan yang dapat menambah korban, namun kebersihan peralatan medis tetap menjadi perhatian utama tenaga kesehatan walaupun dalam lingkungan yang tidak mendukung sekalipun.

Relawan Tim Siaga Bencana FKM UMJ dan FIKES UIN Jakarta juga membawa bantuan berupa Alat-alat keperluan sekolah (buku bacaan, buku menggambar, pensil, pulpen, buku tulis, pensil warna, penghapus, dll) Kurma, Baju dan uang tunai. Kemudian selama tiga hari penempatan relawan di puskesmas, mereka sudah dapat membantu dalam hal pendataan MCK diposko-posko pengungsian yang datanya dapat diolah sebagai tindak lanjut dari pelayanan kesehatan yang akan diberikan oleh tenaga kesehatan yang berada di puskesmas. Pendataan bukan hanya terkait dengan MCK, tetapi juga jumlah ibu hamil, bayi balita dan kepala keluarga disetiap posko, sehingga mempermudah tenaga kesehatan melakukan pemantauan dan kontrol terhadap kondisi ibu hamil atau bayi dan balita yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. Melakukan Survailens faktor risiko yang dilakukan terhadap kondisi lingkungan di sekitar lokasi bencana atau lokasi penampungan pengungsi. Kemudian mereka juga melakukan Mass Blood Survey (MBS) di daerah Malake, Sampenan dan Batu Kemali. Fungsi MBS untuk memutus mata rantai penularan malaria. MBS sangat penting guna memberikan indikasi yang jelas dalam pemberantasan malaria agar bisa ditemukan dan diobati sedini mungkin.

Kegiatan relawan bukan hanya fokus pada pendataan semata, tapi juga Psychosocial Support (PSS) program terutama pada anak-anak yang terkena dampak trauma dari gempa tersebut. Selain itu terdapat kegiatan kelas bersama, kemudian melakukan permainan yang sebelumnya anak-anak mainkan, mengingat mereka masih sangat takut sehingga untuk bermain atau pun keluar dari tenda sering masih merasa takut sehingga anak-anak membutuhkan hiburan untuk melupakan kejadian gempa yang pernah mereka alami, walaupun tidak permanen namun setidaknya bisa membuat mereka tersenyum dan berkumpul bersama dengan sesama pengungsi sehabis magrib untuk melakukan kegiatan diskusi, mengaji bersama dan kegiatan silaturrahim lainnya. Program ini berdampak jangka panjang. Bagaimana caranya kita bisa membangkitkan kembali aktivitas yang biasa dilakukan sebelumnya dan membantu korban pulih dari trauma. Karena relawan tidak akan selamanya berada di sana, yang relawan lakukan adalah berbagi, memberikan contoh sehingga mereka yang akan melanjutkan dan menebarkan semangat bermanfaat. Jadi proses pemulihan itu sendiri akan terus berkelanjutan sehingga bisa lebih cepat pulih dari trauma.

Kegiatan lainnya yang dilakukan juga yaitu dengan pengenalan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan metode bermain, kegiatannya seperti dalam mencuci tangan dan kapan saja waktu yang tepat untuk mencuci tangan, melakukan pengendalian sampah agar kondisi pengungsian selalu bersih untuk mencegah timbulnya penyakit.

Selama 8 hari relawan telah ditugaskan di tiga puskesmas dan sudah waktunya untuk kembali ke Jakarta. Khairunnaas ‘anfauhum linnaas- sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. One simple intervention can tackle multiple societal challenges. Mereka yang bukan siapa-siapa selalu punya kesempatan untuk menjadi manusia yang berharga. Berharga, karena tak ternilai, tak ternilai karena memberi nilai-nilai tanpa meminta dinilai.  Relawan adalah pemberi berbagai warna sembari merajut sejuta asa bagi manusia-manusia lainnya.