Bentuk Partisipatif Nyata Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UMJ dalam Perlindungan Anak di Provinsi Banten

Tangerang, 6 November 2018, delegasi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKM UMJ) yang terdiri dari dua orang dosen (Mizna dan Arum) dan lima orang mahasiswa (Aditya, Dirga, Ade, Elsa, dan Niar) yang merupakan bagian dari Pusat Informasi Konseling (PIK) UMJ baru saja mengikuti Diskusi Tematik Mahasiswa Peduli Anak yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Kota Tangerang. Acara tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Banten terhadap perempuan dan anak sekaligus ajang aspiratif bagi mahasiswa dalam menyikapi dan menindaklanjuti kasus-kasus terhadap perempuan dan anak yang marak terjadi khususnya di wilayah Kota Tangerang dan Tangerang Selatan. Acara yang dihadiri dari berbagai institusi perguruan tinggi Kota Tangerang dan Tangerang Selatan serta dinas terkait ini, menjadi awal dari pergerakan nyata mahasiswa dalam menanggapi isu perlindungan perempuan dan anak. Tema yang diangkat dalam forum ini adalah “Peran Mahasiswa dalam Perlindungan Anak”

 

Kegiatan yang menitikberatkan pada mahasiswa sebagai implementator ini menghasilkan solusi pemecahan masalah serta rekomendasi praktis bagi pemerintah setempat dan institusi perguruan tinggi. Pemerintah setempat dapat berkolaborasi secara lintas sektor guna diseminasi informasi mengenai peraturan perundang-undangan maupun alur pelaporan kejadian yang tidak diinginkan di dalam suatu keluarga, juga dapat membuat suatu aplikasi khusus untuk penyampaian informasi terkait perlindungan anak guna memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi tersebut. Sementara, institusi perguruan tinggi dapat memasukkan program pemberdayaan masyarakat dalam praktik Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bervariasi dari beberapa bidang ilmu. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa mengaplikasikan bidang ilmu masing-masing dan mengembangkannya di masyarakat sehingga timbul sinergisitas yang terintegrasi di tatanan masyarakat.

 

Di akhir acara, forum membentuk organisasi mahasiswa bertajuk “Pemuda dalam Aksi Perlindungan Anak”. Organisasi ini sebagai rencana tindak lanjut dari kegiatan tersebut guna penyebaran informasi perlindungan anak kepada khalayak umum, yang saling bekerja sama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat antar institusi mahasiswa. Organisasi di bawah naungan DPMP3AKB Kota Tangerang ini dibentuk agar membantu pemerintah setempat dalam mengurangi angka kejadian kekerasan maupun pelecehan terhadap perempuan dan anak khususnya di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan.

 

Berkenaan dengan hal tersebut, Universitas Muhammadiyah Jakarta berupaya untuk meningkatkan pengetahuan serta pencegahan perilaku menyimpang dan seksual di kalangan mahasiswanya dengan pendayagunaan PIK UMJ. Adanya kegiatan konsultasi dan kompilasi informasi terpusat mengenai kesehatan reproduksi, Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA), serta psikologis mahasiswa diharapkan mampu mengurangi kenakalan remaja di lingkup kampus islami ini. (AJL)